Februari 07, 2019

Passport Journey (Part 1)


A trial month (re: January) has passed so quickly, and it’s February already! This new year I’ve already making a list for things I wanna achieve and do. One of them is to own a passport. I honestly don’t know yet when I’m gonna use it, but hey, it’s always a good thing to prepare beforehand, right?

Since I’ve been living away, and as the requirements to make a passport is needed quite some important papers, I had to ask my brother to send our Kartu Keluarga over all the way across the island. It took few days till I got it in my hands. Soon after I received the paper, I frequently check on the “Aplikasi Layanan Paspor Online” to get a queue number. Fyi, immigration will refill the queue quota every Friday to Sunday. So, if you check on the app after those days, the quotas for next week will defo not available or already full.

OFFICIALLY A NIGHT OWL

          It’s been already a month now since I first started my night shift. Never have I ever thought of taking this path, yet here I am. For the sake of contributing to adulthood world, being a night owl. Honestly, I do not mind tho. At least I’m still enjoying what I do so far. That’s the important thing, isn’t it?  

November 19, 2018

Cara Membuat Surat Keterangan Sehat Mudah dan Murah


Setelah minggu lalu berhasil menerbitkan SKCK, perjuangan ku sebagai seorang jobseeker untuk memenuhi syarat administrasi dari perusahaan masih belum berakhir. Kali ini, aku harus mendapatkan surat keterangan sehat resmi dari dokter. Surat keterangan sehat adalah surat yang diterbitkan oleh dokter, rumah sakit atau puskesmas yang menyatakan bahwa pemohon sehat jasmani dan rohani.

Untungnya, perusahaan tidak mengharuskan untuk membuat surat tersebut di dokter tertentu. Konon, membuat surat keterangan sehat di dokter lebih mahal biayanya daripada membuat di Puskesmas. Berbekal pengetahuan tersebut, akhirnya ku putuskan untuk membuat surat sehat di Puskesmas saja. Tepatnya di Puskesmas Depok II, Sleman.

November 17, 2018

DIWAKILKAN SAAT BUAT SKCK? EMANG BISA?!


Sebagai fresh graduate yang merangkap sebagai jobseeker, tentu banyak sekali hal yang harus dipersiapkan untuk masalah administrasi. Salah satu syarat yang harus dipersiapkan adalah SKCK. Untuk yang belum tau, SKCK adalah Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang diterbitkan oleh Polri dimana berisikan catatan kejahatan seseorang. Biasanya SKCK digunakan untuk melamar pekerjaan ataupun untuk apply visa jika ingin bepergian ke luar negeri.

Aku yang belum pernah membuat SKCK ini dengan polosnya berpikir bahwa SKCK bisa dibuat walaupun beda domisili. Setelah bertanya sana-sini, ternyata masih belum bisa menerbitkan SKCK yang tidak sesuai dengan KTP yang kita miliki. Disini aku mulai panik dong. Masa iya harus terbang ke Berau cuma untuk bikin SKCK doang? Berat di ongkos bosque~ Nggak kehabisan akal, aku coba browsing dengan keyword “membuat SKCK tidak sesuai domisili”. Pencarian tersebut sedikit memberi titik terang. Pilihan pertama adalah minta surat keterangan domisili ke RT setempat dan yang kedua adalah dengan cara diwakilkan.

September 23, 2018

A Well-Spent Saturdate


My Friday was ruined. Entah apa-apa saja yang membuat hari jum’at ku terasa berantakan, sampai-sampai ku putuskan untuk tidur lebih awal. Esok harinya, hari Sabtu ini, aku pun bangun cukup pagi dengan perasaan sedikit janggal. Ada yang harus aku ungkapkan, unek-unek yang biasanya hanya di dalam pikiran. Dengan keyakinan yang kuat, akhirnya aku berani menyampaikan kejanggalan hatiku padanya. Semoga saja dia benar faham.

Sejak malam sebelumnya, aku sudah merasa rambutku perlu diguyur saking lepeknya. Tapi, namanya juga manusia, ada saja alasan untuk tak berlama-lama di pemandian. Tepat jam delapan, aku meninggalkan kamar untuk pergi ke salon langganan. Sesampainya disana, aku langsung minta dicuci lalu diluruskan rambutnya. Iya. Se-random itu.